Bukan sebuah kebetulan
Ketika semua yang terucap menjadi kenyataan …
Setelah terjadi kadang mengira itu hanyalah sebuah kebetulan belaka …
Tapi..? Pada kenyataannya itu memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan
Takkan ada yang bisa menebak bagaimana kehidupan kita kedepan kecuali Tuhan, mungkin manusia hanya bisa memprediksi.
Ya.. Benar-benar sudah takdir, dan Aku takkan menganggap semua hal itu hanya kebetulan saja
Kisahku memang seperti kebetulan yang tanpa sengaja hadir di dalam hidupku. Terutama soal “CINTA” hahaha … memang terdengar seperti suatu pembicaraan yang membosankan dan sangat konyol, tapi ini memang sebagian dari perjalanan hidup yang aku kemas menjadi lembaran kertas yang terisi dengan penuh banyak ketikan tanganku sendiri.
Kisah ini baru ku rasakan semenjak Aku duduk di bangku SMP. Semua seakan-akan seperti cerita sebuah novel atau komik jepang yang sering aku baca hampir setiap hari. Sewaktu di dalam perjalanan menuju sekolah , Aku masih berada di angkutan umum yang sedang melaju lumayan cepat, Aku berangan-angan “Apakah di sekolah baru itu Aku akan mendapatkan seorang cowok yang menyukaiku, lalu bisa menjadi pacarku?” Pemikiran yang mungkin terlalu jauh untuk se-usia ku saat itu. Menjadi kenyataan kah? dan ternyata IYA!!! Ucapanku tempo hari menjadi kenyataan kurang lebih seminggu setelah masuk di kelas baru, ada seorang anak cowok yang memang belum kenal dekat denganku, menyatakan cintanya lewat SMS!!! Sempat terfikir hal yang gila, dan Aku pun menerimanya …
Karena Aku murid baru, semua siswa dianjurkan membuat KTP (Kartu Tanda Pelajar). Satu per satu murid difoto dan Aku yakin hasil foto Ku pasti yang paling aneh diantara anak yang lain. Dan kenyataan itu benar-benar terjadi, bukan hanya foto Ku saja yang aneh !!! tetapi identitas Kartu Pelajar Ku pun salah !!! Tanggal lahir dan golongan darahnya sangat jauh berbeda dengan identitas asli Ku. Sangat jengkel dan kesal, lalu aku berkata “Ah.. Cacat!!! Ini identitas siapa sih?!” Pacar Ku yang saat itu melihat hanya bisa diam lalu tersenyum kepada Ku. Beberapa bulan kemudian, Aku dan pacar Ku pergi ke toko buku untuk membeli suatu perlengkapan alat tulis, dan kebetulan hari itu bertepatan dengan ulang tahun Ku yang ke-13. Di toko buku itu menyediakan diskon 50% bagi yang berulang tahun tepat pada hari Kemerdekaan Indonesia. Ketika Aku dan pacar Ku berada di mesin kasir, Petugas kasir itu menanyakan apakah hari ini Aku berulang tahun atau tidak, sudah pasti Aku menjawab IYA! karena memang benar hari ini aku berulang tahun. Tapi… keberuntungan saat itu tidak berada dipihak Ku sepenuhnya, petugas kasir itu memintaku menunjukan Kartu Pelajarku sebagai tanda bukti bahwa hari ini Aku benar berulang tahun. Aku berkata bahwa Kartu Pelajarku mempunyai identitas yang salah, tetapi petugas kasir itu tak mau percaya dan akhirnya diskon 50% pun melayang …
Di angkutan umum setelah pulang sekolah, Aku mulai berangan-angan lagi ketika aku mengambil dompet dan mengeluarkan Kartu Pelajarku yang beridentitas salah. “Siapa sih yang punya identitas ini?! Hah… Kalo cowok ganteng bakalan jadi jodoh gue, kalo cewe bakalan jadi sahabat gue, Tapi masa gue harus meriksa satu-satu kelas, terus gue tanya siapa yang punya identitas persis kaya di Kartu Pelajar gue? Lagian gue kan udah punya pacar, sudahlah harapan pengen ketemu pangeran yang gue dambakan sulit”
Bersambung